TRENDING

Bank Sampah Menur 45 Kayen Luncurkan Rumah Sedekah Botol Plastik, Inovasi Ramah Lingkungan yang Bikin Heboh

Sleman - Kampanye pemilahan sampah berbasis masyarakat di tingkat akar rumput terus menghasilkan solusi baru untuk menurunkan jumlah limbah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Pada hari Ahad, 14 Juni 2026, Bank Sampah Menur 45 resmi meluncurkan empat unit Rumah Sedekah Botol Plastik di Joglo Suratno RW 45, Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon/Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. 


Peluncuran Rumah Sedekah Botol Plastik ini untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan limbah non-organik. Inovasi sarana fisik ini dikombinasikan dengan penggunaan papan penanda kategori sampah. Tujuan peluncuran fasilitas baru ini adalah untuk membuat masyarakat lebih mudah memilah sampah langsung dari dapur rumah tangga mereka.

Masyarakat dan warga sekitar sekarang dapat mengelompokkan sampah mereka ke dalam kategori tertentu seperti aluminium, kerasan, putihan, kaleng, duplek, hingga besi sebelum ditimbang oleh petugas melalui sistem papan penanda yang memiliki ilustrasi visual. Langkah taktis ini dianggap dapat mempercepat proses pengemasan, mengurangi waktu penyortiran, dan mengurangi kesalahan pencatatan pengurus.

Relis Gusneta, Ketua Bank Sampah Menur 45, mengatakan bahwa penambahan fasilitas pendukung ini memberi pengurus motivasi baru untuk memperluas jangkauan edukasi lingkungan di wilayah Kayen. Manajemen Bank Sampah berkomitmen untuk terus memodernisasi layanan agar program padat karya bertema lingkungan ini semakin diminati oleh generasi muda dan warga lintas usia.

"Kami ingin bank sampah menjadi lebih terorganisir, lebih mudah diikuti oleh masyarakat, dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat." kata Relis di sela-sela mengawasi proses penimbangan berkala, Relis Gusneta juga mengatakan, "Bantuan Rumah Sedekah Botol Plastik ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan mengajak lebih banyak warga untuk berpartisipasi."

Menurut Emy Purwaningsih, karyawan Bank Sampah Menur 45, ada berbagai jenis material non-organik yang dijual dan diterima oleh kelompoknya. Plastik HD, duplek, kardus, seng, beling, kertas HVS, gelas atau agel plastik, galon, botol plastik bodong, sak semen, dan sepatu bekas yang dapat didaur ulang. Sebelum dikirim ke jaringan pengepul besar, semua sampah yang masuk dicatat dengan teliti.

Rumah Sedekah Botol Plastik, yang baru saja dioperasikan, adalah bukti kontribusi sektor swasta lokal. Pemilik Atmaja Group, Jindarto, yang juga Ketua Sub Unit LPMKal Padukuhan Kayen, menyumbangkan fasilitas ini, yang terdiri dari keranjang kawat besi yang kokoh dengan atap pelindung cuaca. Sinergi ini menunjukkan bahwa bisnis dan perangkat lingkungan dapat bekerja sama dengan baik untuk menyelesaikan masalah kedaruratan sampah di daerah.

"Saya berharap fasilitas ini akan mendorong masyarakat untuk menjadi lebih peduli terhadap lingkungan." kata Jindarto setelah menyerahkan bantuan secara simbolis. Jindarto juga menyatakan bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber manfaat dan bernilai ekonomi jika dikelola bersama.

Berdasarkan kesepakatan bersama dengan perangkat desa, Ketua RT 07, Ardiyanto Nugroho, menjelaskan bahwa ke-empat Rumah sedekah botol plastik tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis yang padat aktivitas warga. Lokasi penempatan tersebut mencakup area Joglo Suratno, kawasan dekat Pos Ronda RW 45, sekitar Warung Bakso Tusuk Payaman Kayen, serta satu titik krusial di wilayah RT 08. Penempatan rumah sedekah botol plastik ini memungkinkan warga untuk menyumbangkan botol plastik kapan saja tanpa perlu menunggu hari buka celengan bank sampah.

Sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas para anggota dalam menjaga kebersihan lingkungan, Sekretaris Bank Sampah Menur 45, Esti Minarsih, mengumumkan rencana menyatukan kekompakan dan semangat kerja melalui kegiatan rekreasi bertajuk "Dolan Bareng ke Kebumen" yang dijadwalkan pada Ahad, 28 Juni 2026. Agenda penyegaran ke destinasi Sagara View dan Pantai Menganti ini akan diikuti sekitar 80 peserta dengan dukungan dana penuh dari kas operasional kelompok sebesar Rp10 juta.

Dukungan penuh terhadap konsistensi Bank Sampah Menur 45 juga disuarakan oleh Ketua RW 45, Untung Maryanto, bersama jajaran Ketua RT setempat. Mereka sepakat bahwa perputaran uang dari hasil penjualan sampah non-organik ini telah sukses dikonversi menjadi jaring pengaman sosial yang mampu mendanai berbagai kegiatan kemasyarakatan secara mandiri.

Aktivitas padat karya ini diakhiri dengan tradisi makan siang bersama seluruh pengurus, pamong RT/RW, dan warga di pendopo Joglo Suratno. Suasana hangat penuh kekeluargaan ini menegaskan bahwa penerapan prinsip "Reduce, Reuse, Recycle" (3R) di Padukuhan Kayen tidak hanya berhasil menyelamatkan ekosistem lingkungan dari pencemaran, tetapi juga efektif dalam mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh solidaritas sosial antarwarga.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar