Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji Jepara Jadi Pusat Industri Rumahan Gula Aren
Jepara - Bagi Anda orang Jepara, tidak perlu jauh jauh ke Grobogan untuk beli gula aren dalam skala bisnis. Di Desa Tanjung Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara sudah menjadi pusat Industri Gula Aren Rumahan. Anda bisa membeli dengan skala usaha atau eceran.
Pemkab Jepara kini mulai memaksimalkan berbagai potensi daerah seperti produksi gula aren yang ada di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji. Potensi Industri gula aren ini dimulai dari industri rumahan kemudian bergerak dalam skala usaha yang lebih besar. Produksi gula aren adalah salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa Tanjung. Hal itu karena terdapat ratusan pohon aren yang masih produktif di tanah desa Tanjung dan sekitarnya. Hal ini dinilai mampu menghasilkan omzet hingga belasan juta rupiah per hari apabila Pemkab Jepara mendukung sarana produksi yang memadai.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyatakan bahwa Desa Tanjung masih memiliki sumber daya alam yang sangat besar untuk dikembangkan. Salah satunya adalah menjadi pusat industri gula aren di Kabupaten Jepara. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai desa wisata alami dan premium di kabupaten Jepara.
“Potensi ekonomi di Desa Tanjung sangat besar karena terdapat industri rumahan Gula Aren yang masih beroperasi. Hal ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk menopang ekonomi masyarakat,” katanya (17/05/2026).
Bupati Jepara mengatakan bahwa setiap pohon aren mampu menghasilkan sekitar 10 liter nira per hari. Dan apabila seluruh hasil produksi diolah secara maksimal, potensi gula aren yang dihasilkan mencapai 329 kilogram per hari. Tentu hasil pencapaian tersebut masih bisa dikembangkan lagi.
Arwin Noor Isdiyanto, yang bertanggung jawab atas program bupati untuk Kecamatan Pakis Aji, menjelaskan bahwa potensi besar tersebut saat ini belum dimanfaatkan sepenuhnya karena kekurangan sarana dan prasarana produksi di tingkat desa.
Arwin menjelaskan, "Kami melihat potensi yang belum dimanfaatkan. Dengan potensi sebesar itu, sehari baru mengolah sekitar 560 liter."
Ia menjelaskan bahwa dari 3.290 liter nira yang dapat dikonsumsi setiap hari, hanya sekitar 510 liter yang dapat diproses menjadi gula aren. Sekitar 2.730 liter nira yang tersisa belum digunakan karena keterbatasan alat produksi.
Terangnya, "Kalau seluruh potensi itu dikelola dengan baik, sehari bisa menghasilkan sekitar 329 kg gula aren. Dengan harga pasar saat ini sekitar Rp 40 ribu/kg, maka omzetnya bisa mencapai sekitar Rp 13 juta/hari."
Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan gula aren Desa Tanjung dan memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakatnya, pemkab Jepara berencana membantu kebutuhan sarana dan prasarana panen dan produksi.
"Ini nilai yang sangat besar dan bukan angan-angan. Nah kesenjangan itu akan dibantu pemkab melalui bantuan sarpras panen dan produksi," katanya.
