TRENDING

Sentra Kerupuk Kelurahan Karangasem Selatan Kabupaten Batang Bertahan Tiga Dekade

 Batang - Kelurahan Karangasem Selatan Kecamatan Batang Kabupaten Batang hari ini masih bertahan menjadi sentra kerupuk selama tiga dekade. Pelaku Industri kerupuk ini tersebar di dukuh kebundelan dan sekitarnya di kelurahan Karangasem Selatan yang memiliki kekuatan pasar. 


Hal ini yang membuat mereka bertahan adalah dengan modal yang kuat agar tetap bisa bertahan di kondisi ekonomi sekarang ini.

Mutrofin, Lurah Karangasem Selatan mengatakan bahwa hampir setiap gang dipenuhi dengan pelaku usaha rumahan kerupuk ini. Menurutnya, kerupuk adalah produk unggulan yang diproduksi setiap harinya di kelurahannya. Dan yang paling laris adalah kerupuk usek. Kerupuk usek ini berbeda dengan kerupuk yang lainnya, kerupuk usek ini digoreng dengan penggorengan pasir, sehingga bebas minyak dan bebas kolesterol. Para pelaku industri ini juga menilai bahwa produk kerupuk usek dengan media pasir ini adalah produk yang alami yang sehat, sehingga mempunyai rasa yang khas tersendiri.

Mutrofin juga menilai bahwa usaha kerupuk ini adalah sangat kompetitif disamping harga produknya juga dengan bersaing pelaku usaha semacam ini yang berada di luar daerah. Sehingga kompetisinya sangat ketat. Hal dikarenakan pasar terus menerima dan sudah menjadi kebutuhan makanan sehari-hari. 

Mutrofin juga menghimbau agar produk kerupuk diupayakan untuk berinovasi agar semakin maju dan terdepan di pasarnya. Hal ini agar diminati masyarakat dan juga diharapkan terus meningkatkan kualitas produknya.

Mutrofin juga mengakui bahwa Usaha Kerupuk ini sudah menjadi ikon di wilayahnya. Sehingga ia bersyukur ekonomi kelurahan terbantu karena adanya usaha kerupuk ini. 

Pelaku usaha, Titiek Tarkumi (55), mengatakan bahwa usahanya ini sudah ada dari peninggalan mertuanya. Ia mengaku bahwa usaha krupuk ini adalah usaha warisan dari keluarga. Dan ia hanya meneruskan, jadi usaha kerupuk ini adalah usaha yang turun temurun. Titiek juga mengatakan bahwa usaha itu ada pasang surutnya, ada enaknya dan ada tidak enaknya, namun semua itu ia jalani dengan sukarela. Usaha dari mertuanya ini sudah dipegang Titiek selama sepuluh tahun dan akan tetap diteruskan dan diwariskan kepada anak-anaknya di kemudian hari.


Titiek juga mengaku bahwa ia sudah terlibat lebih dari 30 tahun sejak menjadi menantu. Ia juga mengatakan pernah permintaan pasar kerupuk meingkat drastis, sehingga harus mempekerjakan sekitar 17 karyawan. Dan produk utama yang menjadi andalan Titiek adalah kerupuk kotak. 

Kerupuk kotak ini memiliki beberapa warna dan harganya juga sangat terjangkau. Harga dari produksi adalah Rp. 16 ribu per kilogram dan jika dipasarkan ke luar daerah menjadi Rp. 17 ribu karena menghitung biaya transportasinya. Harga ini juga tergantung dari harga bahan bakunya, yaitu dari bahan baku pati. 

Area pasar yang sudah dimiliki Titiek sudah menyebar ke berbagai daerah, seperti Weleri, Kaliwungu, Kendal, Cepiring, Pemalang, bahkan hingga Mranggen Demak. Sistem distribusinya dilakukan secara langsung dan juga dengan pesanan. Bahkan konsumen juga diperbolehkan membeli secara langsung di pabriknya. Titiek juga bersyukur masih bisa terus bertahan hingga sekarang dan harapannya akan terus berjalan hingga diwariskannya nanti.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar