Dari Barter ke TikTok Shop, Kelompok GAYATRI Berkembang Pesat Bisnisnya
Bojonegoro - Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) terus menunjukkan hasil yang menguntungkan. Di Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur (Jatim), para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) membentuk kelompok ternak untuk meningkatkan bisnis ayam petelur mereka dan meningkatkan pemasaran produk mereka.
Ahmad Fathoni, ketua Kelompok GAYATRI Desa Sengon, mengatakan kelompok yang terdiri dari sekitar 40 KPM tersebut membantu peternak mendapatkan pakan dan menjual telur.
Jika sistemnya ingin barter atau membeli telurnya tergantung, yang penting adalah memudahkan peternak. Dia mengatakan pada Senin (15/6/2026), "Telurnya yang dibarter dengan pakan juga masih ada sisa uangnya."
Para peternak mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi di lapangan selain membantu pemasaran telur, serta mendapatkan vitamin dan pendampingan kesehatan ternak.
Kita tidak hanya membeli dan menjual telur, tetapi kami juga menyediakan vitamin dan melakukan penyuluhan dengan dua dokter. Menurut Ahmad Fathoni, para peternak dapat mengadakan pertemuan untuk membahas masalah mereka terkait kesehatan ternaknya. Misalnya, jika cuaca berubah yang menyebabkan drop pada ayam, mereka dapat mengantisipasi bagaimana hal ini akan terjadi.
Untuk mempertahankan bisnis, kelompok ini juga menyediakan pakan kepada penerima manfaat GAYATRI di Desa Sengon dan daerah sekitarnya. Dia menyatakan bahwa selain memberikan makanan kepada KPM GAYATRI Desa Sengon, kelompok ini juga memberikan makanan kepada penerima GAYATRI di Kecamatan Ngambon.
Saat ini, telur yang dihasilkan oleh peternakan anggota telah dipromosikan ke berbagai daerah di Kabupaten Bojonegoro. Setelah dibeli dari peternak, telur dipasarkan melalui berbagai saluran, termasuk masyarakat dan platform digital.
“Bisa dikirim langsung ke ASN Pemkab, juga kita jual di TikTok, bisa COD dan bisa dikirim langsung,” katanya.
Kelompok ini mampu mengirimkan sekitar empat ton pakan, atau 80 zak, setiap pekan. Selain mengirimkan pakan, pengurus kelompok juga secara teratur memantau kondisi ternak untuk memastikan bahwa ayam petelur tetap produktif.
“Dalam sepekan bisa menjual 4 ton pakan atau 80 zak. Selain kita antarkan langsung pakannya ke peternak, kita juga melakukan pengecekan ternak langsung,” terangnya.
Keberadaan Kelompok GAYATRI Desa Sengon menjadi contoh kolaborasi antar-KPM dalam mengembangkan usaha peternakan yang berkelanjutan. Melalui sistem barter, pendampingan kesehatan ternak, serta dukungan pemasaran, kelompok ini turut memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan Program GAYATRI di Kabupaten Bojonegoro.
