TRENDING

Dari Pekarangan Rumah Biasa, Jadi Wisata Petik Melon yang Ramai Pengunjung

 Bojonegoro - Sebuah Usaha El Farm di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, telah berhasil mengembangkan pertanian hidroponik yang terus berkembang dan mulai menambah berbagai komoditas, termasuk melon. Budidaya melon hidroponik ini sangat menarik perhatian masyarakat.


Erieza, pemilik El Farm, mengatakan bahwa usaha itu dimulai dengan belajar menanam melon bersama suaminya di pekarangan rumah. Mereka kemudian memulai bisnis dalam skala yang lebih besar setelah menguasai teknik penanaman.

"Saat ini kami menanam sekitar 1.500 benih melon dari empat varietas: Sweet Lavender, Sweet Hammi, Skid Row, dan Pearl Lady," katanya pada Senin, 15 Juni 2026.

Lahan seluas 500 meter persegi digunakan untuk menanam 1.500 tanaman. Saat ini, masa panen kedua dimulai di El Farm. Berbeda dengan panen pertama, di mana seluruh hasil El Farm dijual kepada distributor, pada panen kedua ini El Farm menawarkan komunitas tempat untuk memetik melon.

Erieza mengatakan, "Kami masih mengirimkan panen pertama ke distributor, tetapi karena banyak konsumen yang bertanya, kami putuskan untuk membuka wisata petik melon untuk panen kedua ini."

Wisata petik melon dibuka pada 12–14 Juni 2026 dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Karena banyaknya pengunjung, El Farm harus kembali membuka kegiatan serupa pada Selasa, 16 Juni 2026. Para pengunjung tidak hanya dapat memetik buah langsung dari kebun, mereka juga dapat mencicipi melon secara gratis di lokasi.

"Bisa gratis mencicipinya di kebun, dan kami jual dengan harga yang sama untuk semua jenis, yaitu Rp25.000 per kilogram. Untuk besok kami menyediakan dua jenis, Sweet Lavender dan Sweet Hammi." jelasnya.

Sulistya, seorang pengunjung dari Kecamatan Sugihwaras, menyatakan bahwa dia telah mengunjungi lokasi tersebut dua kali. Menurutnya, wisata petik melon tidak hanya menyenangkan untuk anak-anak tetapi juga mendidik mereka.

“Petik buah melon ini cocok untuk edukasi anak juga. Selain itu buah melonnya manis dan bebas pestisida,” kata Sulistya.

Keberadaan budidaya melon hidroponik yang dipadukan dengan wisata petik buah menjadi salah satu contoh inovasi pertanian yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha. Selain meningkatkan pendapatan petani, konsep tersebut juga menghadirkan alternatif wisata edukasi yang diminati masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar