Pelatihan Pengelolaan Limbah untuk Bank Sampah di Kelurahan Caturtunggal Sleman
Sleman - Pelatihan pengelolaan sampah dan limbah diadakan di Balai Padukuhan Karanggayam, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (17/6/2026) melalui Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan Kalurahan Caturtunggal Tahun 2026.
Perwakilan dari Bank Sampah dari setiap padukuhan di seluruh Kalurahan Caturtunggal mengikuti acara tersebut.
Andi Suwarno, Ulu-Ulu Kalurahan Caturtunggal, membuka acara.
Menurut Andi, masalah limbah rumah tangga dan sampah adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif dari semua bagian masyarakat, termasuk Bank Sampah, yang selama ini berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah di tingkat padukuhan.
Menurutnya, pengelolaan limbah tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat jika dilakukan dengan benar.
Andi Suwarno berkata, "Kami berharap pelatihan ini dapat memberi pengelola Bank Sampah wawasan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan inovasi pengelolaan limbah di daerah mereka. Andi juga berkomentar, "Kami berharap ilmu baru ini dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang."
Bernadetha Pudyas Minarsih dari Sanggar Rajut dan Kerajinan JPSM Sehati Sleman hadir sebagai narasumber dan menyampaikan informasi tentang cara menghasilkan nilai tambah dari minyak jelantah. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa minyak jelantah, yang biasanya dianggap sebagai limbah, masih dapat diolah menjadi berbagai produk yang ramah lingkungan jika melalui proses pengolahan yang tepat.
Narasumber juga menjelaskan bahwa karakteristik minyak jelantah, efek pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, metode penjernihan, dan cara membuatnya menjadi lilin aromaterapi dan juga pembuatan sabun.
Selain itu, peserta memiliki kesempatan untuk mengikuti praktik langsung, yang akan membantu mereka memahami setiap tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan hingga menghasilkan produk siap pakai.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai metode pengolahan, kualitas produk, dan prospek pemasaran hasil olahan minyak jelantah sebagai bisnis alternatif yang dapat dikembangkan oleh Bank Sampah di setiap padukuhan.
