TPAKD Sumenep Beri Edukasi Penting ke Petani: Akses Modal hingga Perlindungan Sosial
Sumenep - Di Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Jumat (12/6/2026), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pemerintah Kabupaten Sumenep kembali memberikan edukasi dan sosialisasi kepada tiga Kelompok Tani (Poktan).
TPAKD Kabupaten Sumenep terdiri dari Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), BPRS Bhakti Sumekar, dan BPJS Ketenagakerjaan. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberi tahu masyarakat, terutama petani, tentang program yang belum diketahui.
Rusnani, Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Kabupaten Sumenep, mengatakan bahwa petani di Desa Manding Laok akan diberikan edukasi dan sosialisasi tentang produk keuangan perbankan dan asuransi. Ini diharapkan dapat menawarkan solusi alternatif bagi petani untuk mendapatkan modal usaha, jaminan hari tua, dan manfaat lainnya. Menurutnya, melalui sosialisasi dan edukasi keuangan perbankan dan asuransi, diharapkan anggota kelompok tani memahami prosedur dan syarat dalam mendapatkan permodalan dari perbankan dan terkait asuransi jiwa.
Di Desa Manding Laok, ada tiga kelompok tani: Kelompok Tani Baru Muncul 1, Kelompok Tani Baru Muncul II, dan Kelompok Tani Bakti Usaha. Mereka mengikuti sosialisasi ini.
Dia menegaskan bahwa petani tidak hanya dapat mengharapkan sosialisasi ini hari ini, tetapi mereka juga dapat berkonsultasi dengan BPRS Bhakti Sumekar untuk mendapatkan bantuan modal usaha dan dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk program seperti jaminan asuransi jiwa.
Silviana Halidah Novtrisia, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang produk perbankan dan perlindungan sosial kepada kelompok tani di Desa Manding Laok.
Jelasnya, melalui sosialisasi dan pelatihan program pembiayaan bersama perbankan syariah, serta program pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan petani, serta dari Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan program perlindungan jaminan sosial.
Dikatakan, sosialisasi dan edukasi berkaitan dengan literasi keuangan perbankan dan pembiayaan dari BPRS Bhakti Sumekar memiliki program pembiayaan sangat penting dalam membantu para petani, untuk mendapatkan pinjaman tanpa bunga, serta program pembiayaan lainnya yang bisa membantu masyarakat, karena selama ini banyak terjebak pinjaman dari rentenir bahkan pinjaman online (pinjol).
"Selain itu, kami hadirkan pula dari BPJS Ketenagakerjaan dengan beberapa program asuransi bagi masyarakat yang memiliki pekerjaan risiko tinggi termasuk para petani untuk mendapatkan perlindungan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan," pungkasnya.
